Isu mengenai keaslian ijazah maupun skripsi Presiden Joko Widodo telah beberapa kali mencuat dalam ruang publik. Sejumlah nama—termasuk Roy Suryo—menyoroti sejumlah kejanggalan dan bahkan menjadi tersangka akibat tuduhan terkait ijazah palsu.
Beberapa pemberitaan mengangkat persoalan mengenai keberadaan dokumen akademik Jokowi, seperti skripsi, KRS, hingga laporan KKN. Misalnya:
- Kasus hukum Roy Suryo dalam tuduhan ijazah palsu Jokowi (Detik).
- Klaim mengenai kejanggalan skripsi Jokowi (Tempo).
- Keterangan UGM dalam sidang KIP bahwa mereka tidak memiliki salinan KRS, laporan KKN, maupun salinan ijazah Jokowi (Inilah.com).
Fakta terakhir ini sering digunakan untuk memunculkan kecurigaan. Padahal, hilangnya arsip minor bukanlah bukti langsung tentang keaslian atau ketidakaslian ijazah. Sejauh ini, tidak ada putusan hukum yang menyatakan ijazah Jokowi palsu.
Karena itu, langkah yang paling relevan justru adalah mempelajari cara ilmiah dan objektif untuk memverifikasi dokumen akademik, khususnya pada masa pra-digital.
- Cara Gampang Mengecek Asli Tidaknya Skripsi dan Ijazah Eks Presiden Joko Widodo
- Bagaimana UGM Menjamin Ijazah Jokowi Asli, Sementara Dokumennya Sendiri Tidak Ada?
- Klarifikasi Ilmiah: Mengapa Metode Perbandingan Dokumen Satu Angkatan Valid Ketika Arsip UGM Tidak Lengkap
1. Prinsip Dasar Verifikasi Dokumen Akademik
Institusi pendidikan di seluruh dunia memakai tiga prinsip dasar untuk memverifikasi dokumen akademik:
- Verifikasi langsung ke arsip kampus, terutama buku induk mahasiswa dan daftar lulusan.
- Membandingkan pola administratif dokumen (ijazah, transkrip, format skripsi) dengan mahasiswa sezaman.
- Menguji konsistensi dokumen dengan standar administrasi akademik pada tahun lulusan tersebut.
Tiga prinsip ini tidak membutuhkan opini politik—semuanya berbasis arsip dan logika administrasi.
2. Cara Gampang Membuktikan Keaslian Ijazah atau Skripsi Jokowi
A. Verifikasi Arsip Resmi Kampus
Setiap perguruan tinggi biasanya memiliki tiga jenis arsip utama:
- Arsip akademik pusat
Berisi data induk mahasiswa: NIM, tahun masuk, status, dan tahun lulus.
Ini adalah dokumen paling kuat secara hukum. - Arsip fakultas
Berisi catatan nilai manual, keputusan dosen pembimbing, dan dokumen akademik operasional. - Arsip perpustakaan
Berisi skripsi fisik/digital sesuai kebijakan penyimpanan pada era tersebut.
Keterangan UGM di Sidang KIP
Dalam sidang Komisi Informasi Pusat, UGM menyatakan:
- mereka tidak memiliki KRS Jokowi,
- tidak memiliki laporan KKN Jokowi,
- dan tidak memiliki salinan ijazah Jokowi dalam arsip mereka.
Penting untuk dicatat:
UGM tidak menyimpulkan apa pun tentang keaslian dokumen—mereka hanya menjelaskan apa yang ada dan tidak ada dalam arsip mereka.
Catatan ilmiah:
Daripada menyimpulkan bahwa “kampus era 1980-an umumnya tidak menyimpan arsip minor,” formulasi yang lebih akurat adalah:
Kebijakan retensi arsip non-primer pada era pra-digital tidak selalu terstandar, sehingga beberapa dokumen operasional—seperti KRS dan laporan KKN—tidak selalu tersimpan jangka panjang. Hal ini juga yang dijelaskan UGM ketika menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut tidak lagi berada di arsip mereka.
Dengan kalimat seperti ini, tidak ada generalisasi, tetapi tetap menjelaskan konteks administratifnya.
B. Membandingkan Ijazah dan Skripsi dengan Alumni Satu Angkatan
Metode ini adalah salah satu cara yang paling kuat karena berbasis pola administratif.
Langkah-langkahnya:
- Kumpulkan ijazah, transkrip, atau skripsi dari puluhan bahkan ratusan alumni UGM Fakultas Teknik angkatan 1980-an.
- Periksa standar dokumen pada periode itu:
- Template ijazah
- Tanda tangan asli pejabat fakultas
- Tata letak halaman halaman pengesahan skripsi
- Format transkrip nilai
- Nomor seri ijazah
- Stempel resmi fakultas dan universitas
- Bandingkan dengan dokumen Jokowi.
Jika keseluruhan pola dokumen konsisten dengan ratusan dokumen lain, probabilitas keasliannya tinggi.
Jika ada perbedaan signifikan—font yang tidak sesuai era, tanda tangan pejabat yang tidak cocok, atau format halaman yang tidak ditemukan pada alumni lain—kejanggalan akan sangat mudah terlihat, atau dalam idiom Inggris:
“as clear as daylight.”
Mengapa metode ini kuat?
- Pemalsu umumnya gagal meniru standar era tertentu.
- Dokumen alumni tidak mungkin diseragamkan atau diubah massal.
- Polanya objektif dan bisa diverifikasi semua pihak.
C. Melacak Data Administratif Mahasiswa Pra-Digital
Pada era sebelum komputerisasi, arsip akademik biasanya mencakup:
- Buku induk mahasiswa
- Buku daftar lulusan
- Arsip nilai dosen
- Registrasi skripsi
- Catatan sidang tugas akhir
Jika seorang mahasiswa tercatat dalam buku induk dan daftar lulusan, itu adalah bukti administratif paling kuat secara hukum, terlepas dari ada tidaknya arsip minor lainnya.
3. Kenapa Metode Ini Lebih Meyakinkan?
Karena:
- Tidak bergantung pada klaim sepihak, baik yang menuduh palsu maupun yang membela.
- Didasarkan pada arsip fisik dan pola administratif kampus.
- Tidak bisa dimanipulasi, karena melibatkan dokumen ratusan orang.
- Merupakan metode yang digunakan dalam audit dokumen internasional.
Inilah mengapa verifikasi akademik di berbagai negara memakai pendekatan membandingkan dokumen dengan standar era angkatan yang sama.
Kesimpulan
Isu keaslian dokumen akademik Jokowi memang ramai diperdebatkan. Namun cara paling ilmiah untuk menilai keaslian dokumen akademik seorang tokoh publik adalah:
- Memverifikasi langsung ke arsip resmi kampus, terutama buku induk mahasiswa.
- Membandingkan dokumen dengan alumni satu angkatan, sehingga perbedaan atau konsistensi terlihat “as clear as daylight.”
- Memeriksa konsistensi administratif dengan prosedur akademik era tersebut.
Dengan pendekatan berbasis data seperti ini, kita dapat menilai isu apa pun secara jernih, tanpa bias politik maupun asumsi yang tidak dapat dibuktikan.