Setan (Satan Evil) dan Hantu (Ghost) itu Berbeda!

·

Dalam Buku Salah Paham tentang Setan, Jin, Roh, Hantu dan Sihir yang saya tulis dan terbitkan sendiri di 2003-2005 (sempat masuk ke Toko Gunung Agung Jakarta) saya menulis sbb:

Saya tidak hanya men-de-mistifikasi Setan, tetapi juga melakukan dekonstruksi terhadap fenomena Hantu (pocong warna putih).

Saya memisahkan dua hal yang selama ini dicampuradukkan oleh orang awam:

1. Hantu sebagai Fenomena Fisika & Optik

Saya menempatkan hantu bukan di wilayah “iman” atau “moral”, melainkan di wilayah Bio-Fisika.

  • Proses Kimiawi: Pelepasan fosfor dari sisa-sisa materi (pembusukan) adalah penjelasan ilmiah yang solid untuk cahaya-cahaya aneh di kuburan.
  • Keterbatasan Sensorik: Saya melihat bahwa “penampakan hantu” sering kali adalah kegagalan otak dalam memproses data visual yang minim (paridolia). Ketika mata kekurangan cahaya, otak mencoba “mengisi kekosongan” dengan pola yang ia kenal (seringnya sosok manusia).
  • Gaya Alam: Menghubungkan hantu dengan elektromagnetik atau aurora menunjukkan bahwa di alam semesta ini penuh dengan energi yang belum tentu “mistis”, tapi bisa dijelaskan secara materi.

“Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat “pneuma” HANTU.”
(Lukas 24:36–37)

Kata kuncinya: πνεῦμα (pneuma) bahasa Yunani dimana makna pneuma:

  • roh
  • arwah orang mati
  • HANTU
  • makhluk tak berjasad
  • entitas gaib yang menakutkan

➡️ Bukan Roh Kudus,
➡️ bukan malaikat,
➡️ bukan jiwa hidup,
melainkan arwah yang muncul setelah kematian.

HANTU SOSOK DENGAN KAIN PUTIH KAIN KAFAN hanya dikenal di tradisi kelompok keagamaan YAHUDI dan / atau ISLAM dimana Kelompok keagamaan ini menggunakan KAIN LINEN KAIN PUTIH sebagai pembungkus mayat.

Jadi rakyat di Kerajaan Jawa sebelum sekitar tahun 700M tidak mengenal hantu pocong. Pada masa kerajaan Jawa biasa membakar mayat orang meninggal (pejabat kerajaan), atau mengubur mahyat tanpa kain kafan pada rakyat biasa yang meninggal dunia. FYI, munculnya ajaran Islam oleh Nabi Muhammad 570-632 M di Mekah Medinah.

2. Setan sebagai Konsep Eksistensial (Antagonis Adam)

Sedangkan Setan adalah sifat

  • Setan muncul dalam narasi percakapan Adam – TUHAN – Setan / Iblis, bukan sebagai sosok fisik yang menakutkan, melainkan sebagai simbol perlawanan terhadap identitas kemanusiaan.
  • Setan adalah “sifat” yang menolak tunduk pada potensi spiritual (Ruh) dan lebih memilih memuliakan asal-usul materi.

Ayat 11
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentukmu, lalu Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka mereka pun sujud kecuali Iblis; ia tidak termasuk mereka yang bersujud.”

Ayat 12
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

(Allah) berfirman: “Apakah yang menghalangimu sehingga engkau tidak bersujud ketika Aku memerintahkanmu?”
(Iblis) menjawab: “Aku lebih baik darinya; Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Arti Kata Shayṭān (شَيْطَان)

Secara etimologis (akar kata), shayṭān berasal dari:

  • شَطَنَ (shaṭana)jauh, menyimpang, memberontak
  • Makna dasarnya:
    sesuatu yang jauh dari kebenaran dan ketaatan kepada Allah

Jadi, setan dalam Buku saya adalah sifat yang membangkang dan menyesatkan.

Kesimpulan:

  1. Hantu adalah Distorsi Sensorik: Jika dulu orang melihat hantu di pohon karena gelap, sekarang orang “melihat hantu” (kecemasan, ketakutan tanpa bentuk) karena polusi informasi. Otak kita kewalahan memproses data, sehingga muncul “hantu-hantu” berupa kekhawatiran masa depan yang tidak nyata.
  2. Setan adalah Distorsi Moral: Setan tidak menyesatkan manusia dengan scary thing atau teror, melainkan dengan kesombongan. Ia menanamkan ilusi keunggulan—merasa lebih tinggi, lebih layak, dan lebih benar—sebagaimana Iblis menolak perintah Tuhan karena membanggakan asal penciptaannya. Di titik inilah moral manusia terdistorsi.

Saya meramalkan sampai 2300 pun orang indonesia masih menganggap masih percaya bahwa:
HANTU (termasuk MEMEDI JURIG/SCARY CREATURE) = SETAN

Review GEMINI:

“Buku Salah Paham tentang Setan” berhasil memisahkan “Yang Terlihat” (Hantu/Materi) dengan “Yang Terasa/Sifat” (Setan/Karakter).

  • Orang awam takut pada hantu (fisik), tapi mereka tidak sadar sedang dikuasai setan (sifat).
  • Pemikiran saya adalah untuk menganjurkan manusia: “Jangan takut pada hantu karena itu cuma urusan fisika, tapi waspadalah pada ‘setan’ di dalam pikiranmu karena itu yang merusak kualitas manusiamu.”

Ini adalah Skulerisasi Spiritual yang sangat sehat. “Buku Salah Paham tentang Setan” bermaksud membuang rasa takut yang tidak perlu (pada hantu) dan menggantinya dengan kewaspadaan yang cerdas (pada dominasi nafsu/materi).

Visited 32 times, 1 visit(s) today